
Berkaitan dengan kisah peritiwa Lail
Al-Qadr Yaitu Q.S. Al-Qadr Ayat 1- 5 yaitu, “Sesungguhnya kami telah menurunkan
Al-Qur’an pada lailatul qadr. Tahukah kamu apa lail al-qadr?. Lail
Al-Qadr adalah malam yang lebih baik dari dari seribu bulan. Pada malam itu
turun malaikat dan ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
Sejahtera malam itu sampai terbit fajar”.
Dalam Tafsir Al-Misbah, M.Quryis Sihab
mengandung makna pertama wahyu Allah turun pertama kali turun pertama kali di
malam Al-Qadr yaitu surat Al-Alaq Ayat 1-5. Setelah itu Al-Qur’an turun
secara Mutawatir atau berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Penggunaan kata ganti “ انرلنه” mempunyai arti pengagungan terhadap kalam Allah, dan menisyaratkan
bahwa Al-Qur’an selalu hadir dalam hati serta pikiran pasangan bicaranya.
Syaikh Farra’ mengatakan ayat, وما ادرئك ما ليلة القدر adalah ayat bentuk
pemberitahuan yang akan dijawab sendiri oleh Allah s.w.t melalui ayat berikut
ini, ليلة القدر خير من الف شهر. Arti dari ayat ini
bahwa Allah telah menjelaskan tentang kedudukan malam Lail Al-Qadr sebagai
malam mulia dan penuh keagungan. Pada malam itu, semua kebaikan dicurahkan ke
seluruh penjuru muka bumi, dan banyak fadilah tersebut tidak akan ditemukan di
hari dan bulan selain malam Lail Al-Qadr.
Apa maksud kebaikan tersebut? Abu Aliyah
mengatakan bahwa sebuah kebaikan seseorang yang dilakukan pada malam Lail
Al-Qadr akan dilipatgandakan pahalanya sebanyak 1000 bulan. Namun ulama
lain beranggapan makna “min alfi syahr” adalah sepanjang hidup. Sebab
orang Arab mengartikan sesuatu yang tak terbatas menggunakan kata tersebut.
Dalam Tafsir Al-Qurtubi, Ibnu Mas’ud
meriwayatkan tentang Nabi suatu hari bercerita tentang seorang pemuda muslim
pada masa Bani Israel telah berperang sepanjang hidupnya selama 1000 bulan.
Para sahabat mendengar hal tersebut terkagum-kagum atas amalan jihad yang
luarbiasa. Lalu Allah S.W.T menurunkan Surat Al-Qadr tadi.
Di dalam Kitab Al Muwatha, Nabi Muhammad
telah diberitakan bahwa umur umat-umat nya pendek-pendek. Ini berbeda dengan
umat-umat sebelumnya yang panjang-panjang sehingga bisa beramal kebaikan cukup
banyak. Nabi pun khawatir akan hal ini. Atas kekhawatirannya, turun Surat
Al-Qadr untuk menjawab kekhawatiranya.
Berkaitan dengan waktu, apakah Lail Al-Qadr
masih ada saat sekaraang ini atau hanya ada pada masa Rasulullah ? pertama, para ulama mengatakan jatuh malam Lail
Al-Qadr jatuh pada tanggal 27 ramadhan. Dalil nya riwayat Zir Bin Hubiasy; aku
pernah berkata kepada Ubai Bin Ka’ab:Sesungguhnya saudaramu, Abdullah bin
Mas’ud, mengatakan, “Barangsiapa yang menghidupkan malamnya dalam satu tahun
makapasti ia akan mendapatkan Lail Al-Qadr.” Lalu Ubai berkata, semoga Allah
mengampuni Abu Abdurrahman ia tentu mengerti bahwa Lail Al-Qadr itu terjadi
pada sepuluah malam terakhir di bulan ramadhan, dan tepatnya malam keduapuluh
tujuh. Kedua, para ulama sebagaimana mengikuti pendapat Abu Hurairah bahwa Lail
Al-Qadr terjadi di bulan Ramadhan dengan tidak menentukan malamnya. Ketiga,
pendapat Abu Razin, Al Uqaili bahwa Lail Al-Qadr itu terjadi pada malam pertama
bulan Ramadhan. Sedangkan Al Hasan, Ibnu Ishak, dan Abdullah bin Zuhair berpendapat
Lail Al-Qadr terjadi pada malam ke tujuh belas. Keempat, namun pendapat yang
lebih diunggulkan oleh kebanyak para ulama terjadi antara sepuluh hari terakhir
bulan ramadhan. Ini pendapat dari Imam Malik, Imam Syafi’i, Al Auzai, Ibn Tsaur,
dan Imam Ahmad.
Berkaitan dengan keutamaan malam Lail
Al-Qadr; pertama, pada malam ini kebaikanya sebanding dengan seribu bulan.
Kedua, dosa-dosa yang telah lalu mendapatkan ampunan dari Allah s.w.t. sebagai
hadist dalam Kitab Shoheh Bukhori-Muslim berbunyi,”Barangsiapa yang
menghidupkan malam Lail Al-Qadr karena dasar iman dan mengharap ridha Allah,
maka dosa-dosa masa lalunya diampuni oleh Allah s.w.t.”
Pendekatan Filosofis
Beberapa Ahli Tafsir dan ahlu mukasyafah
telah membahas Lail Al-Qadr pada pendekatan ritual. Pendekatan ini mengajarkan
tentang pentingnya pensucian diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik dan
mengisi perbuatan-perbuatan baik. Sikap masa lalu para hamba Allah yang masa
bodoh atau asal-asalan dalam beribadah diharapkan mampu meningkatkan kualitas
ketaqwaan melalui perbaikan manajemen spiritual pada bulan ramadhan. Buah dari
perbaikan yaitu balasan kebaikan dengan perbandingan satu malam amal sholeh
kualitasnya sama dengan seribu bulan. Ini merupakan pendekatan tentang
pentingnya hidup mempunyai tujuan yang jelas yaitu mengharapkan ridha Allah
s.w.t.
Namun dari sisi kedudukan manusia sebagai Khalifah
di Dunia, Surat Al-Qadr juga sangat menarik sekali apabila ditinjau dari aspek
sosial. Pesan-pesan bisa dirujuk dari beberapa kata kunci yang ada, yaitu: kata
Lail Al-Qadr, khairun min alfi sahr, dan salaamun. Pertama, Lail
Al-Qadr adalah malam penentuan segala urusan manusia. Penentuan urusan manusia
berkaitan turunan aturan-aturan tuhan tentang tatacara hidup yang benar
berkaitan dengan ibadah dan muamalah. Ini penting. Walaupun manusia bisa
melakukan segala ibadah dan kegiatan sosial tanpa aturan Tuhan, Mereka bisa
mencipitakan dengan akal-pikiran dan kekuasaan menciptakan ritual dan sistem
kehidupannya. Raja Fir’aun, Raja Namrud dan sejenisnya adalah contoh sekelompok
para kaum penguasa dan pemodal membangun sistem kehidupan; mulai dari cara
ibadah dan sistem sosial. Bahkan orang-orang Arab kuno pun menggunakan sistem
ini. Catatan sejarah sudah ada orang dan masyarakat yang telah membuat agama
dan segala sistem kehidupan telah dibuat sedemikian rupa. Sehingga masyarakat
melihat mereka adalah juru selamat dan wajib disembah dan dijadikan Tuhan.
Padahal sistem tersebut adalah sistem
kreasi manusia. Bisa salah dan benar. Namun terlepas dari benar dan salah, atau
manfaat dan tidak manfaat dari sistem kehidupan tersebut ada suatu kekurangan
yaitu pada sisi nilai ibadah. Berbeda dengan sistem kehidupan yang lahir dari
ajaran agama Islam. Pada ajaran Islam, sistem kehidupan lahir dari pandangan kalimat
tauhid, yaitau tidak ada Tuhan selain Allah. Ketika pandangan ini terpatri
dalam hati, maka segala perbuatan tersebut menjadi berkualitas. Walaupun hasil
dari ijtihad-ijtihad sosial berbeda-beda. Namun karena rujukan nya pada paham tauhid,
seluruh ijtihadnya bermuara pada sinar-sinar ilahiyah. Ini yang menjadikan
malam tersebut menjadi penentu perbedaan dari malam-malam sebelumnya yang
landasan berfikir sebatas pada rasional manusia secara mutlak. Kedua,
pengertian atau makna alfi syahr adalah majaz tentang kualitas
malam Lail Al-Qadr. Malam tersebut adalah malam “pembatas” dari peraturan dunia
dan peraturan agama. Sebelum malam tersebut kehidupan manusia berdasarkan
kekuatan rasional. Segala peraturan manusia sebelum turunnya Al-Qur’an merupakan
peraturan-peraturan kehidupan hasil buah pikir manusia. Sehingga kedudukanya
porfan, terbatas pada nilai-nilai kehidupan semata. Semua bisa berubah sejalan
perubahan waktu dan orang-orang yang berserikat di dalamnya. Kita bisa membaca sejarah
perubahan sistem-sistem kehidupan dalam bidang ideologi di berbagai belahan
dunia. sejarah yang menarik seperti peristiwa runtuhnya tembok berlin tahun
1989. Jerman dibagi dua dan dibatasi oleh Tembok Berlin. Jerman Timur penganut sosialis.
Ia bagian dari blok Uni Soviet. Sedangkan Jerman Barat bagian dari blok Amerika
Serikat. Kedua Negara ini telah menjadi laboratorium hasil buah pikir manusia. Ketika
Jerman Barat menerapkan ideologi kapitalis di Jerman Barat, ternyata mampu
meningkatkan kualitas hidup. Sedangkan Jerman Timur, justru mengalami bencana
ekstrem dalam bidang ekonomi dan merambat pada buruknya politik internal. Mereka
tidak kuat. Akhirnya mereka melakukan gerakan penyatuan Jerman dengan
membongkar Tembok Berlin. Ideologi sosialis Jerman Timur hancur, dan berganti
menjadi ideologi kapitalis mengikuti Jerman Barat.
Ideologi tersebut adalah buah pikir
manusia. Ia berhenti sampai pada puncak kejayaan dunia dan berkisar sebatas
persoalan tersebut. Ketika Tuhan menurunkan Al-Qur’an, maka ada perubahan besar
dalam sistem kehidupan manusia; dari sistem hasil pemikiran manusia murni
menuju sistem pemikiran manusia yang mendapat cahaya dari firman-firman Allah
S.W.T. Jika sebelum turun Al-Qur’an hanya sebatas catatan sejarah dunia, maka setelah
Al-Qur’an catatan peradaban sampai di hadapan Allah S.W.T. Ibarat sebuah
kebaikan yang telah dilakukan selama 1000 bulan akan habis di dunia, akan kalah
kualitasnya oleh ibadah yang dilakukan pada malam Lail Al-Qadr. Kekalahan ini
karena satu malam tersebut mendapat pengakuan dari Allah sebagai bagian dari
ibadah dan amal sholeh. Jadi agama telah menggeser status manusia menjadi lebih
bermartabat, yaitu dari hamba yang semata-mata mengejar kejayaan dunia berubah
menjadi hamba yang mengejar Ridha-Nya. Bisa jadi proses kreasi kehidupan sama, tapi
ruh yang melatarbelakangi yang melahirkan nilai kualitas nya berbeda.Ketiga, salamun
adalah wujud dari perubahan sistem kehidupan manusia. Ketika malam Lail
Al-Qadr sebagai malam pembatas dari materialisme dan berdasarkan Islam, Tuhan
menutup firman-Nya dengan kalimat “salam” sebagai pengakuan atas segala
catatan kebaikan manusia mulai pada malam Lail Al-Qadr. Ketika seorang sudah
bersyahadat dan beramal, maka statusnya segala aktivitasnya telah mendapat
sinar-sinar ketuhanan yang secara kualitasnya lebih baik dari 1000 bulan. Amalan-amalan
yang seperti ini yang akan berjumpa dengan Allah di Hari Kiamat nanti dan masuk
ke dalam Surga.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1062
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   630
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   918
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13584
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4579
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3591
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3008
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2895