
Selasa (14 Mei 2024) STAIN Bengkalis
mendapat tamu dari Universitas Islam Selangor (UIS) Malaysia. Sekitar jam 13.30
mereka telah sampai di kampus STAIN Bengkalis. Saya, Mas Jarir dan beberapa
dosen menunggu di Gedung SBSN. Rombongan tersebut terlebih dulu berkunjung ke
MAN 1 dan Polbeng. Setelah dari STAIN, informasinya ke STIE Syariah Bengkalis.
Rombongan dari UIS antara lain: Dr. Maad
Ahmad, Dr. Mohd Faeez Bin Ilias, En. Muhammad Firadus bin Muhammad Sabri dan
En. Muhammad Adham Bin Hambali. Ada beberapa agenda penting dari UIS yaitu:
pertama, Lembaga Pendidikan tersebut akan mempromosikan program perguruan
tinggi ke berbagai Lembaga Pendidikan berkaitan dengan program studi unggulan
yang memungkinkan lulusan SLTA dan Perguruan Tinggi bisa melanjutkan ke jenjang
Pendidikan tinggi sarjana dan pasca sarjana. Kedua, UIS membuka peluang
Kerjasama antara berbagai perguruan tinggi baik perguruan tinggi agama, umum,
negeri maupun swasta dalam bidang Tridarma Perguruan Tinggi.
Ada hal-hal yang menarik dalam pertemuan kedua
Lembaga tersebut. Dari STAIN, Dr. Abu Anwar membuka kata kunci bahwa pertemuan
ini merupakan pertemuan keluarga besar. Hal ini mengingat sejarah, baik
Malaysia dan Bengkalis pernah menjadi satu kerajaan besar dan sama-sama satu
rumpun melayu. Sedangkan Dr. Ahmad dari UIS membukan sambutan dengan kata kunci
yang sangat indah,”kami datang ke STAIN mempunyai tujuan silaturahim”. Kedua
nya sebenarnya mempunyai kata kunci sama, dan seolah-olah mengatakan bahwa
“kami bukan orang lain, kami adalah keluarga besar”. Jadi wajar apabila antara
keluarga besar harus senantiasa silaturahim agar mendapatkan keberkahan dari
kedua belah pihak. Jika meminjam sabda Nabi, “Silaturahim selain
memperpanjang umur juga menambah rezeki”.
Apa yang dimaksud "memperpanjang umur" dari
hadist tersebut, apakah berkaitan dengan bertambah umur secara kuantitas atau
kualitas. penulis tidak mengetahui, hanya nabi yang mengerti makna hadist tersebut. Penulis hanya bisa
menduga-duga atau mengartikan maksud tersebut melalui berbagai pendekatan. Pola
menemukan makna atau arti hadist (bahkan al-qur’an sekalipun) dengan pendekatan menafsiri dalam beragam faktor. Sebab watak Bahasa Arab adalah majazi yang mempunyai kekayaan makna, bahkan satu kata bisa mempunyai sepuluh makna. Hal tersebut membuka peluang bagi
penulis untuk memahami hadist dari berbagai pendekatan dengan melakukan
munasabah dengan beberapa hadist atau ayat-ayat al-qur’an
berkaitan dengan persoalan tersebut.
Pertemuan antara UIS dan STAIN sebagai
jalan untuk memperpanjang umur jika ditinjau dari makna majazi bahwa
umur manusia itu terletak pada “nama baik”. Ada kalimat lama yang indah, “Gajah
mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati
meninggalkan nama”.
Baik gajah maupun harimau dilihat bukan
pada kehebatan dan kekuatannya mampu mengangkat benda yang sangat berat atau
kekuatan lari dengan ratusan kilo meter, tapi dilihat pada keunikan pada bagian
tubuhnya yang bisa dimanfaatkan setelah kematiannya. Gajah yang sering dicari adalah gadingnya.
Sebab ia mempunyai nilai jual tinggi digunakan untuk beragam asesoris, cenderamata, hiasan dan sebagainya. Harimau
terletak pada kulitnya yang tebal dan kuat dan sangat besar nilai ekonomisnya.
Kedua hal tersebut yang bisa dikenang oleh manusia saat ia menjadi hiasan dan
dipajang di dinding rumah.
Sedang seluruh tubuh manusia tidak ada yang
istimewa. Gigi dan kulit nya akan hancur lebur ketika manusia meninggal dunia,
kecuali jika diawetkan. meskipun bisa diawetkan, mayat manusia tidak bisa menjadi hiasan di ruang tamu. Bahkan ia akan menimbulkan presepsi negatif orang lain terhadap tuan rumah tersebut dengan memberi tuduhan-tuduhan sebagai keluarga penganut ilmu hitam,
dukun santet, atau hilang kewarasannya karena ditinggal oleh orang yang sangat
dicintainya. Dari fakta tersebut, kita bisa mengambil pelajaran, bahwa secantik
apapun atau seganteng apapun manusia saat meninggal dunia lalu dibalsem
jadi tidak busuk, dan dijadikan hiasan di ruang tamu, maka orang-orang
sekelilingnya menuduh dengan tuduhan yang tidak baik. Sebab perilaku yang
dilakukan tidak menjadi bagian kebiasaan yang dilakukan oleh manusia. Dari sini
penulis bisa belajar, bahwa meskipun mayat manusia harus dimulyakan dalam
segala perawatannya, dalam sisi lain mayat atau bagian tubuh manusia kalah
istimewa dari bagian tubuh gajah atau harimau. Bagian tubuh kedua binatang tersebut
menjadi terlihat indah Ketika menjadi hiasan dinding rumah, sedangkan bagian
tubuh manusia semakin memberi kesan mengerikan ketika diabadikan sebagai hiasan
dinding rumah.
Berbeda ketika melihat foto atau lukisan manusia. Saat kita bertamu dan ada foto atau
lukisan seseorang dan orang tersebut dikenal sebagai orang yang telah menoreh tinta
kebaikan, maka kita akan mengatakan kurang lebih begini kepada tuan rumah, “
Saya mengenal orang tua mu, saya tahu persis bahwa tidak ada orang sehebat dan
sebaik bapak mu di kampung ini. Sungguh kamu sangat beruntung mempunyai orang
tua seperti itu”.
Jadi, catatan tinta emas kebaikan dalam
kehidupan sehari-hari adalah umur kedua setelah kematian. Semakin banyak
kebaikan dan jasa nya saat masih hidup, maka banyak yang mengenangnya dan
mengabadikan nya dalam memori peradaban. Ia akan disebut secara terus-menerus lintas
generasi. Ia secara fisik sudah puluhan
tahun telah tiada, tapi ia seolah-olah berada di sekitar kita. Saat orang
berdiskusi, membahas ilmu dan Pendidikan, kata-kata atau kalimatnya senantiasa
dikutip sebagai landasan kebaikan untuk kepentingan umat manusia. Umurnya
menjadi sangat Panjang dan tidak pernah putus. Namanya senantiasa disebut,
disanjung dan diabadikan untuk nama-nama generasi, jalan, musium, sekolah dan
lain-lain. Ia senantiasa mendapat aliran doa dan amal sholeh. Subhanallah.
Silaturahim selain mempanjang umur, juga
menambah rezeki. Allah menjadi rezeki begitu sangat luas. Ada rezeki berupa
harta yang melimpah, duit yang tidak berseri, anak-anak yang sholeh dan
sholehah, kebahagiaan, Kesehatan, dan keberkahan ucapan dan perbuatannya. Rezeki
sangat luas. Kita bisa jadi mempunyai jatah rezeki dalam bentuk kekayaan dunia
berbeda-beda. Ada yang hanya memegang pena dan menandatangi satu naskah proyek
dan sejenisnya telah mampu mendapatkan keuntungan milyaran rupiah. Ada juga
yang harus mengeluarkan energi sangat besar hanya mendapatkan puluhan ribu
setiap hari. Hitungan nominal nya berbeda. Bahkan kadang bisa memicu adanya
rasa iri dan ingin menjadi seperti orang-orang yang mempunyai penghasilan
besar. Namun, pada sisi yang sama, orang-orang kaya juga kadang berimajinasi
dan tersenyum melihat orang-orang yang santai duduk-duduk di kedai kopi sambil
merokok dan tertawa lepas. Mereka kagum, “betapa Bahagia mereka dalam menjalani
hidup. Kopi dan rokok bisa membeli kebahagiaan yang luarbiasa. Sedangkan saya
untuk membeli bahagia harus menghambur-hambur duit, sarapan pagi di Inggris,
makan siang AS, tidur malam di Tiongkok”.
Ternyata kekayaan yang terindah adalah
kekayaan yang mampu memberi rasa bahagia. Semua fasilitas bisa membahagiakan;
rumah, jabatan, pabrik, perusahaan, istri, suami, kendaraan, anak dan
lain-lain. Semua manusia ingin
mendapatkan hal tersebut. Namun semua bisa dikemas menjadi satu kaca kunci
yaitu “Kesehatan”. Ketika kita mendapatkan Kesehatan, maka kita telah
mendapatkan seluruh kekayaan di dunia ini. Anda boleh punya harta melimpah,
tapi saat anda kehilangan Kesehatan, maka harta tersebut habis untuk berobat.
Anda boleh bangga mempunyai istri atau suami idaman, tapi saat tidak sehat akan
terjadi rasa hambar dan tidak menggairahkan. Maka bersyukurlah, Ketika kita
mendapatkan rezeki Kesehatan.
Dalam Islam, Kesehatan tidak sebatas hanya
Kesehatan fisik. Sebab Kesehatan tersebut hanya menciptakan kebahagiaan
sementara di dunia.
Tuhan telah mengajarkan Teknik kehidupan
yang agung, “Ya Allah berikan kami kebahagiaan di dunia dan di akherat dan
jagalah kami dari siksa api neraka”. Kesehatan yang mampu mengekalkan kebagiaan,
yaitu Kesehatan spiritual. Orang-orang yang mendapatkan anugerah Kesehatan
spiritual adalah orang-orang yang telah mendapatkan hidayah mengenal Allah dan Rasul-Nya
melalui ucapan dan keyakinan kebenaran dalam sebuah kalimat, “Kami bersaksi
tidak ada Tuhan selain Allah dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah”.
Kalimat indah tersebut adalah pembuka
seluruh kegiatan, aktivitas dan proses muamalah di dunia ini menjadi
sangat bernilai tinggi. Kualitas tinggi suatu amal kita dalam pandangan Allah
karena kita telah memposisikan hati dan niat kita yang tulus semata-mata
bekerja dan berbuat apapun hanya untuk Allah. Maka pekerjaan itu menjadi
ibadah, meskipun wujudnya adalah pekerjaan dunia.
Pertemuan UIS dan STAIN memang pertemuan dunia,
tapi telah diikat menjadi nilai akherat dan bernilai ibadah. Saya secara
pribadi berharap, secara duniawiyah, STAIN Bengkalis mendaptkan berkahnya, yaitu
bisa melakukan MoU dan MoA. Penulis terus melakukan penjajagan dan komunikasi
dengan doktor muda dari UIS, Dr. Faeez. Semoga segera terwujud.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13563
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3571
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2952
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876