
Di era digital salah satu manfaat yang bisa
dinikmati yaitu silaturahim melalui zoom. Apalagi menjelang Romadhan, keluarga
yang mempunyai saudara yang “mencar-mencar” di berbagai daerah atau di
berbagai kota, salah satu melepaskan kangen melalui zoom yaitu menggunakan whatSaap.
Video call.
Program zoom juga semakin ngetrend pada
tahun 2020-an, ketika covid-19. Rapat dan seminar selalu menggunakan zoom. Bahkan
ada sewa zoom cukup murah. Kini adanya efisiensi anggaran pada pemerintah Prabowo-Gibran
juga sering melakukan rapat melalui zoom.
Ada kelebihan dan kelemahan silaturahim
melalui zoom. Kelebihanya, rapat tidak terlalu formal. Cukup bisa dilakukan di
rumah masing-masing. Kelemahannya, gangguan sinyal paling terasa. Sebab era digital
yang terpenting saat ini yaitu kualitas sinyal. Semakin baik sinyal semakin
baik juga hasil komunikasi dalam rapat zoom. Persoalannya, tidak semua peserta
rapat mempunyai kualitas sinyal yang sama. Ada yang bagus ada juga yang tidak
bagus. Ini yang menyebabkan komunikasi kurang nyambung.
Silaturahim era zoom sebenarnya suatu solusi
untuk mengurangi kemacetan di jalan raya terutama pada hari-hari besar seperti Hari
Raya Idul Fitri, Natal dan hari libur nasional lainnya. Jika dulu mereka pulang
karena kangen ingin bertemu keluarga, kini bisa diobati dengan tatap muka langsung
di depan kamera. Namun watak manusia tidak lah statis. Tetap dinamis. Sarana dan
prasarana yang sudah cukup baik saat sekarang ini bukan berarti telah membuat
tradisi mudik-balik itu hilang. Semakin ekonomi baik, maka semakin semakin besar
keinginannya untuk pulang-pergi menjenguk keluarga. Apalagi ketika orang tua
masih ada, tradisi pulang kampung serasa menjadi suatu kewajiban yang tidak
bisa dihindari.
Tradisi silaturahim dalam tinjauan agama
mempunyai nilai sangat baik dan sangat dianjurkan. Dalam berbagai ajaran Islam
sudah dijelaskan sebagaimana sabda Nabi: “Barangsiapa yang ingin diperpanjang
umur dan diperluas rezekinya, maka dianjurkan untuk senantiasa menghidupkan
silaturahim”. Silaturahim juga menjadi semakin sakral ketika ada hadist Nabi
seperti ini“Tidaklah dua orang muslim saling
bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka
berdua sebelum mereka berpisah”. Ini yang kemudian menjadi tradisi “sungkem”
terasa sangat afdal ketika di Hari Raya Idul Fitri. Wajar, jika ada
keluarga tidak bisa bertemu keluarga atau orang tua di hari raya, maka ada rasa
haru dan tetesan air mata tidak bisa dikendalikan.
Tentu saja memang silaturahim juga harus memperhatikan kondisi
perjalanan. Semakin padat jalan raya semakin besar potensi kecelakaan. Ingin bahagia
bertemu dengan orang tua, malah kemudian menjadi hujan tangis. Meskipun sekali
lagi, persoalan musibah adalah persoalan ketentuan Allah SWT. Tapi saya jadi
ingat kata Umar bin Khatab ketika ia tidak ingin berangkat ke salah satu kota
dan ia tidak jadi ke kota tersebut karena adanya wabah. Seorang sahabat
bertanya: “Ya Amirul mu’min, apakah kamu lari dari ketentuan Allah?”. Umar menjawab:
“Ia saya lari dari ketentuan Allah dan menuju kepada ketentuan Allah lainnya”.
Tentu saja tulisan ini bukan mengajak untuk tidak silaturahim secara
face to face langsung berjumpa dengan orang yang kita cintai. Tentu saja
ini juga bukan sedang mempromosikan program efisiensi anggaran yang dilakukan
oleh pemerintah Prabowo-Gibran. Tidak sama sekali. namun, sebaliknya dalam
kondisi apapun silaturahim tidak boleh terputus. Meskipun tidak bisa secara
langsung karena keterbatasan anggaran dan waktu, kita bisa melakukan
silaturahim melalui zoom. Semoga saja manfaatnya dan pahalanya tidak berkurang.
Bukankah itu yang kita harapkan?
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2941
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872