
Sudah ada beberapa sumber yang menceritakan
keunikan dari Danau Raja yang terletak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)
Provinsi Riau. Ketika dalam sambutan MTQ Tingkat Provinsi Riau tahun 2023,
Pembawa Acara menceritakan bahwa keunikan destinasi Danau Raja, yaitu tidak
pernah melimpah airnya saat musim hujan dan tidak pernah kering saat musim
kemarau. Beberapa hari kemudian, ketika saya naik Mobil Penjeputan Panitia,
Sang Sopir yang juga Pegawai Kesra mengatakan demikian. Menurutnya, Danau tersebut
penuh dengan keunikan dan keanehan. Sebab biasanya, volume air akan berubah
sesuai dengan kondisi atau situasi yang terjadi. Jika musim hujan, air
melimpah. Jika musim kemarau, air akan surut. Itu juga yang terjadi di berbagai
tempat dan belahan bumi. Bahkan dalam sirah atau sejarah peradaban
manusia, kisah kekeringan dan paceklik selalu saja tidak terpisahkan
dari sunatullah sebagaimana kisah Nabi Yusuf dan Raja Fir’aun, kisah Sungai
Nil, Kisah Bangsa Indonesia yang gagal panen karena kekeringan dan tidak bisa
menanam pohon padi. Jadi, banjir dan kekeringan adalah dua hal yang silih
berganti menghiasai catatan perjalanan sejarah manusia. Alam semesta selalu
menyuguhkan ke-dhaif-an dari setiap ciptaan-Nya. Justru dari segala keterbatasan
tersebut, telah menjadi tanda Keagungan-Nya. Semua ini menjadi pelajaran bahwa
tidak ada yang kekal di dunia ini kecuali Sang Pencipta Yaitu Allah SWT.
Terlepas dari kebenaran cerita tersebut, Danau
Raja memang pantas menjadi tempat wisata yang mengasikan. Murah meriah. Saya lihat
tidak ada Karcis masuk. Mungkin danau ini berada di samping jalan utama kabupaten.
Siapapun bisa duduk sepanjang Jalan. Memang ada Pintu Gerbang sebelah barat
tertulis “Wisata Danau Raja”. Tapi Pintu Gerbang hanya sebagai tanda pengenal. Tidak
ada tempat khusus atau Penjaga Pintu Gerbang Penjual Tiket. Jika diberbagai
tempat biasanya ada Tiket Masuk. Harga bervariasi tergantung pada keindahan dan
besar nya minat masyarakat berkunjung ke tempat tersebut. Biasanya Pemda mengelola
tempat hiburan tersebut sebagai bagian dari sumber penghasilan APBD
Kabupaten/Kota. Namun ada juga tempat-tempat yang daerahnya sudah mengandung
obyek wisata secara keseluruhan seperti di Yogyakarta. Maka Pemda hanya menyediakan
fasilitas agar para Pelancong atau Pengunjung betah di tempat tersebut. Contoh
yang bisa ditulis disini yaitu Jalan Malioboro Yogyakarta. Dulu Jalan Malioboro
di penuhi para penjual. Terlihat semrawut. Meskipun demikian, ia menjadi daya
Tarik sendiri. Para wisatawan dari berbagai negara dan lokal tumplek di sini. Bahkan
kadang suasana yang seperti ini membuat kangen dan ingin kembali lagi mengunjungi
kota Yogyakarta. Ungkapan kerinduan ini seperti yang ditulis dan dinyanyikan
oleh KLa project.
Kini wisata Malioboro telah dilakukan
penataan ulang. Sudah tidak semrawut lagi. Pinggir jalan sudah tidak ada lesehan
atau penjual kaki lima. Kini Trotoar dibangun tempat duduk sepanjang jalan.
Terlihat asri duduk di situ. Apalagi pohon-pohon sejenis trembesi yang rindang
membuat para pengunjung betah duduk-duduk di tempat tersebut. Apalagi ada ada
penampilan kelompok Band yang menyuguhkan lagu-lagu hit pada masa nya. para
pengunjung terkadang rela duduk lama-lama di tempat tersebut.
Wisata Danau Raja kelihatannya mirip model
Malioboro. Entah apa karena kebetulan sama, entah siapa yang meniru duluan.
Tapi yang jelas, adanya tempat duduk di sepanjang Danau Raja dan dilindungi
dari panas oleh pohon Trembesi membuat setiap pengunjung betah lama-lama duduk
di tempat itu. Meskipun kadang membuat “ndongkol” yang punya lapak.
Soalnya hanya beli “Teh Es” satu gelas, tapi duduknya tanpa batas. Seperti
orang-orang yang ingin nonton siaran Sepakbola di Kedai Kopi, dengan bekal beli
segelas “Wedang Kopi” bisa duduk-duduk semalaman di tempat tersebut.
Di samping Danau Raja, ada bangunan
permanen yang cukup baik dan kuat. Ada tulisan MTQ, dan mempunyai lokasi dan Tempat
Parkir yang cukup luas. Entah apakah tempat ini selain untuk acara MTQ, juga
digunakan untuk pertunjukan berbagai kegiatan seni atau apa saja yang mendukung
penguatan ekistensi Wisata Danau Raja untuk menggairahkan ekonomi masyarakat.
Jika ia, berarti Pemda telah merancang tempat ini benar-benar menjadi ikon
wisata yang menjadi bagian pemasukan pendapatan daerah. Meskipun mungkin
hasilnya belum maksimal.
Sebagaimana tempat-tempat wisata lainya,
danau raja juga menyimpan suatu pelajaran yang sangat berharga. Ketika
berkeliling, lalu duduk-duduk di pinggir danau sambil menikmati kelapa muda dan
kentang goreng, saya melihat dua orang remaja yang duduk tidak jauh dariku.
Ketika memintanya untuk mengabadikan foto danau raja, saya bertanya tentang
riwayat pendidikan. Di antara mereka menjawab, bahwa mereka masih status
sekolah di tingkat slta. Setelah ngobrol sebentar, mereka pun berjalan menuju
gerobak atau lapak. Saya menduga, mereka adalah satu keluarga. Keduanya
membantu ibu muda tadi yang sedang jualan.
Saya tersenyum dan senang melihatnya.
Mungkin dua remaja tadi yang masih berseragam SMA tersebut belum memahami arti
penting lapak jualan makanan dan minuman yang kadang harus bertahan karena
sepinya pembeli. Orang tua nya mungkin tidak pernah bercerita tentang kesedihan
dan susah nya hidup mencari rizki di tengah persaingan kerja yang semakin hari
semakin keras. Tapi, mereka akan tertular Gen DNA kesedihan dan etos kerja
orang tuanya bahwa hidup adalah perjuangan secara terus-menerus agar bisa eksis
di tengah gempuran persaingan yang terkadang tanpa kenal welas-asih.
Mereka akan lebih siap menerima kenyataan saat mereka setiap hari bertemu dan berkumpul
dengan orang tuanya. Dari sini jiwa kemandirian anak lahir dari realita
keluarga yang telah mempraktekan hidup dengan penuh perjuangan.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3576
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2969
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876