Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Sisi Lain Kisah Danau Raja di INHU



Selasa , 21 November 2023



Telah dibaca :  708

Sudah ada beberapa sumber yang menceritakan keunikan dari Danau Raja yang terletak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau. Ketika dalam sambutan MTQ Tingkat Provinsi Riau tahun 2023, Pembawa Acara menceritakan bahwa keunikan destinasi Danau Raja, yaitu tidak pernah melimpah airnya saat musim hujan dan tidak pernah kering saat musim kemarau. Beberapa hari kemudian, ketika saya naik Mobil Penjeputan Panitia, Sang Sopir yang juga Pegawai Kesra mengatakan demikian. Menurutnya, Danau tersebut penuh dengan keunikan dan keanehan. Sebab biasanya, volume air akan berubah sesuai dengan kondisi atau situasi yang terjadi. Jika musim hujan, air melimpah. Jika musim kemarau, air akan surut. Itu juga yang terjadi di berbagai tempat dan belahan bumi. Bahkan dalam sirah atau sejarah peradaban manusia, kisah kekeringan dan paceklik selalu saja tidak terpisahkan dari sunatullah sebagaimana kisah Nabi Yusuf dan Raja Fir’aun, kisah Sungai Nil, Kisah Bangsa Indonesia yang gagal panen karena kekeringan dan tidak bisa menanam pohon padi. Jadi, banjir dan kekeringan adalah dua hal yang silih berganti menghiasai catatan perjalanan sejarah manusia. Alam semesta selalu menyuguhkan ke-dhaif-an dari setiap ciptaan-Nya. Justru dari segala keterbatasan tersebut, telah menjadi tanda Keagungan-Nya. Semua ini menjadi pelajaran bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini kecuali Sang Pencipta Yaitu Allah SWT.

Terlepas dari kebenaran cerita tersebut, Danau Raja memang pantas menjadi tempat wisata yang mengasikan. Murah meriah. Saya lihat tidak ada Karcis masuk. Mungkin danau ini berada di samping jalan utama kabupaten. Siapapun bisa duduk sepanjang Jalan. Memang ada Pintu Gerbang sebelah barat tertulis “Wisata Danau Raja”. Tapi Pintu Gerbang hanya sebagai tanda pengenal. Tidak ada tempat khusus atau Penjaga Pintu Gerbang Penjual Tiket. Jika diberbagai tempat biasanya ada Tiket Masuk. Harga bervariasi tergantung pada keindahan dan besar nya minat masyarakat berkunjung ke tempat tersebut. Biasanya Pemda mengelola tempat hiburan tersebut sebagai bagian dari sumber penghasilan APBD Kabupaten/Kota. Namun ada juga tempat-tempat yang daerahnya sudah mengandung obyek wisata secara keseluruhan seperti di Yogyakarta. Maka Pemda hanya menyediakan fasilitas agar para Pelancong atau Pengunjung betah di tempat tersebut. Contoh yang bisa ditulis disini yaitu Jalan Malioboro Yogyakarta. Dulu Jalan Malioboro di penuhi para penjual. Terlihat semrawut. Meskipun demikian, ia menjadi daya Tarik sendiri. Para wisatawan dari berbagai negara dan lokal tumplek di sini. Bahkan kadang suasana yang seperti ini membuat kangen dan ingin kembali lagi mengunjungi kota Yogyakarta. Ungkapan kerinduan ini seperti yang ditulis dan dinyanyikan oleh KLa project.

Kini wisata Malioboro telah dilakukan penataan ulang. Sudah tidak semrawut lagi. Pinggir jalan sudah tidak ada lesehan atau penjual kaki lima. Kini Trotoar dibangun tempat duduk sepanjang jalan. Terlihat asri duduk di situ. Apalagi pohon-pohon sejenis trembesi yang rindang membuat para pengunjung betah duduk-duduk di tempat tersebut. Apalagi ada ada penampilan kelompok Band yang menyuguhkan lagu-lagu hit pada masa nya. para pengunjung terkadang rela duduk lama-lama di tempat tersebut.

Wisata Danau Raja kelihatannya mirip model Malioboro. Entah apa karena kebetulan sama, entah siapa yang meniru duluan. Tapi yang jelas, adanya tempat duduk di sepanjang Danau Raja dan dilindungi dari panas oleh pohon Trembesi membuat setiap pengunjung betah lama-lama duduk di tempat itu. Meskipun kadang membuat “ndongkol” yang punya lapak. Soalnya hanya beli “Teh Es” satu gelas, tapi duduknya tanpa batas. Seperti orang-orang yang ingin nonton siaran Sepakbola di Kedai Kopi, dengan bekal beli segelas “Wedang Kopi” bisa duduk-duduk semalaman di tempat tersebut.

Di samping Danau Raja, ada bangunan permanen yang cukup baik dan kuat. Ada tulisan MTQ, dan mempunyai lokasi dan Tempat Parkir yang cukup luas. Entah apakah tempat ini selain untuk acara MTQ, juga digunakan untuk pertunjukan berbagai kegiatan seni atau apa saja yang mendukung penguatan ekistensi Wisata Danau Raja untuk menggairahkan ekonomi masyarakat. Jika ia, berarti Pemda telah merancang tempat ini benar-benar menjadi ikon wisata yang menjadi bagian pemasukan pendapatan daerah. Meskipun mungkin hasilnya belum maksimal.

Sebagaimana tempat-tempat wisata lainya, danau raja juga menyimpan suatu pelajaran yang sangat berharga. Ketika berkeliling, lalu duduk-duduk di pinggir danau sambil menikmati kelapa muda dan kentang goreng, saya melihat dua orang remaja yang duduk tidak jauh dariku. Ketika memintanya untuk mengabadikan foto danau raja, saya bertanya tentang riwayat pendidikan. Di antara mereka menjawab, bahwa mereka masih status sekolah di tingkat slta. Setelah ngobrol sebentar, mereka pun berjalan menuju gerobak atau lapak. Saya menduga, mereka adalah satu keluarga. Keduanya membantu ibu muda tadi yang sedang jualan.

Saya tersenyum dan senang melihatnya. Mungkin dua remaja tadi yang masih berseragam SMA tersebut belum memahami arti penting lapak jualan makanan dan minuman yang kadang harus bertahan karena sepinya pembeli. Orang tua nya mungkin tidak pernah bercerita tentang kesedihan dan susah nya hidup mencari rizki di tengah persaingan kerja yang semakin hari semakin keras. Tapi, mereka akan tertular Gen DNA kesedihan dan etos kerja orang tuanya bahwa hidup adalah perjuangan secara terus-menerus agar bisa eksis di tengah gempuran persaingan yang terkadang tanpa kenal welas-asih. Mereka akan lebih siap menerima kenyataan saat mereka setiap hari bertemu dan berkumpul dengan orang tuanya. Dari sini jiwa kemandirian anak lahir dari realita keluarga yang telah mempraktekan hidup dengan penuh perjuangan. 



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876