
Peringatan sumpah pemuda hari ini sangat Istimewa.
Ada teman-teman mahasiswa ikut apel bendera memperingati hari sumpah pemuda. Lumayan
banyak. Itu sebabnya, dalam sambutan sebagai pembina upacara, saya lebih banyak
memberi motivasi dan sekaligus ucapan terima kasih kepada ormawa dan pembina ormawa
yang telah menyukseskan kegiatan kemahasiswaan dengan anggaran DIPA.
Hari ini saya juga mendengarkan asbabul
nuzul lahirnya sumpah pemuda dari saudara Rahmat. Sama-sama kita ma’lumi,
sumpah pemuda merupakan ikrar bersama pemuda dengan beragam suku, etnis, agama,
keyakinan dan budaya. Satu suara: satu tanah air, satu bahasa dan satu bangsa Indonesia.
ini ikrar politik sangat modern. Jauh melampaui teori ashabiyah Ibnu Khaldun.
Bayangkan saja. Jika Ibnu Khaldun menemukan
teori ashabiyah sebagai kekuatan politik masa lalu-dan mungkin juga di
masa mendatang-pemuda pemudi Indonesia justru menghancurkan sekat-sekat ashabiyah.
Sungguh sangat modern sekali.
Ikrar politik pemuda pemudi tersebut justru
mempunyai semangat ajaran Islam yang sangat agung. Dalam Islam jelas, bahwa
semua manusia itu sama kecuali pada ranah takwa. Semua sama di hadapan Allah. Manusia
tidak boleh menindas satu kelompok kepada kelompok lain. Istilah Umar bin
Khatab: “Manusia itu seperti sisir, sama rata”.
Teori Umar bin Khatab sangat bagus. Apakah ia sudah benar-benar dilaksanakan pada masa dulu atau masih tahap uji coba memang membutuhkan kajian lebih mendalam. Meskipun kita tidak bisa menutup mata konflik politik yang terjadi sepanjang sejarah Islam maupun pada penganut agama lain juga tidak lepas dari sikap subyektifitas para penguasa. Sebab memang sangat tidak mudah menerapkan “Berdiri Sama Tinggi, Duduk Sama Rendah”. Ia terus berproses sejalan dengan kedewasaan masyarakatnya. Semakin dewasa dan bisa memahami dengan jernih makna tersebut, maka cita-cita kesetaraan politik akan cepat mencapai tujuan.

Tentu saja makna politik tidak serta merta
hanya urusan persoalan bangsa, negara dan rebutan kekuasaan yang sering
dipertontonkan dalam sistem politik saat sekarang ini. Dalam pengertian yang
lebih sempit, semua dalam rangka mencapai suatu tujuan juga bagian dari
politik. Sebab politik itu sendiri merupakan strategi untuk mencapai suatu
tujuan seseorang, kelompok, perusahaan atau suatu institusi seperti perguruan
tinggi.
Ada sebuah kisah menarik dari perusahaan google.
Kita sama-sama tahu, google merupakan perusahaan yang melayani jasa data segala
macam informasi dan ilmu pengetahuan. Perusahaan ini berawal dari bayi. Ketika sudah
mulai dewasa, para pendiri dan karyawan nya masih berjalan sendiri-sendiri. Tidak
kompak dan saling menyalahkan. Susan Wojcicki dan Larry Page serta Sergey Brin stress.
Uang habis, dan jalan perusahaan tidak tentu arah.
Untung ada John Doerr investor dari Keliner
Perkins, ia mengatakan begini:” Kalian harus menulis satu tujuan besar, lalu
ukur dengan hasil nyata”. Kalimat ini yang menginspirasi kesuksesan perusahaan google.
Kebersamaan dalam satu tujuan besar.
Ajaran google dan peristiwa sumpah pemuda adalah wujud dari makna kebersamaan yang sangat kuat. Saya, anda dan kita, adalah wujud dari tumpukan bahan bangunan, material, paku, sement, pasir yang bentuk berbeda-beda. Semua diolah oleh seorang tukang bangunan menjadi bangunan yang indah dan kuat. Atau sebaliknya dalam bentuk bangunan yang rapuh dan berantakan. Semua tergantung pada tukang bangunan. dan kita laksanana tukang bangunan tersebut.

Kita memang harus iri terhadap sumpah
pemuda tahun 1928. Sumpah tersebut menjadi spirit lahirnya bangsa dan negara Indonesia
saat sekarang ini. Saya kira kita juga perlu juga bercita-cita memfokuskan
energi untuk menjadikan lembaga atau institusi kita menjadi lebih baik di masa
mendatang. Saya melihat, arah menuju ke titik tersebut mulai terang. Tentu saja
mungkin tidak sehebat institusi lain yang sudah mapan. Kita masih sederhana,
tapi tidak menutup kemungkinan yang sederhana dan yang kecil bisa menjadi
kekuatan yang tangguh dalam mencapai suatu tujuan besar. Semua serba mungkin. Kita
harus optimis dalam hal tersebut. Sebab sumpah pemuda memang mengajarkan kita
agar hidup selalu optimis pada tujuan yang kita cita-citakan.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2942
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872