Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Syeikh AS Panji Gumilang



Selasa , 09 Mei 2023



Telah dibaca :  488

Siapa yang tidak mengenal Syeikh AS Panji Gumilang yang sering tampil ya’lu wala yu’la alaih. Dia adalah manusia di atas rata-rata. Out the box. Orang boleh saja mencibir segala kontroversinya. Tapi kelihatannya dia enjoy saja. Saya juga tidak tahu, apakah dia mengikuti prinsip hidup model Gus Dur atau Gus Dur yang mengikuti prinsip nya. Yang jelas, baik Panji Gumilang maupun Gus Dur sama-sama punya prinsip hidup “gitu aja kok repot”. Bedanya, Gus Dur hidup dengan penuh kesederhanaan dan pernah menjadi Presiden RI, sedang Panji Gumilang hidup penuh dengan kemewahan dan belum pernah menjadi presiden.

Namun seaneh-aneh Gus Dur, paling banter sebatas persoalan “goyang ngebor” Inul Darasita tahun 2003-an yang konon menyebabkan minyak bumi Indonesia cepat habis, gara-gara dibor terus-menerus oleh nya. jika ditambah lagi, ucapan assalamu’alikum diganti dengan selamat pagi yang dipotong-potong kalimat nya oleh wartawan. Orang dari sabang sampai merauke langsung “ngecap” liberal. Padahal bagi Gus Dur, ketika orang sudah bersyahadat, maka segala ucapan kebaikan telah meresap menjadi nilai-nilai tauhid. Istilah kaum santri dan abangan hanya sebatas pada bahasa. Jika kaum santri mengucapkan “assalamu’alaikum”, itu wajar karena sudah terbiasa. tapi bagi orang yang masih dipedalaman dan sudah terbiasa mengucapkan “kulonuwun”, “selamat pagi” yang mempunyai arti doa kebaikan secara esensi bernilai kebaikan. Jadi sebenarnya bukan mengganti, tapi memperkuat budaya yang sudah ada sebenarnya tidak bertentangan dan tetap bernilai ibadah. Sebab sudah disinari oleh tauhid. Buktinya apa. Jika ada orang non-muslim mengucapkan “assalamu’alaikum” tetap tidak bernilai ibadah, karena tidak disinari tauhid. Karena itu, ketika seseorang bertemu teman nya mengucapkan selamat kebaikan dalam wujud yang beragam diperbolehkan, tetapi bukan mengganti sebagaimana yang diajarkan dalam Islam. Buktinya, gus dur sampai meninggal dunia masih sangat patuh terhadap syariat Islam dan mengikuti madzhab Syafi’i dalam ibadah dan muamalah.

Kembali kepada pokok pembahasan, Syeikh AS Panji Gumilang selalu tampil kontroversi bagi orang yang berbeda frekuensi dengan nya. Dia dengan semangat tinggi kelihatanya ingin menampilkan Islam yang damai menjadi rahmat semesta alam. Bisa jadi dia  iri dengan kemajuan Amerika Serikat (AS) yang telah mampu menancapkan simpul-simpul yang kokoh pada saint dan teknologi. Tentu saja, bukan berarti simbol “AS” pada namanya singkatan dari Amerika Serikat, tapi dari Abdul Salam yang artinya hamba yang mampu menebarkan kedamaian, ketenangan, kerukunan dan kemakmuran. Bisa jadi “AS” pada nama nya sebagai “tafaulan” spirit mengambil berkah dari kata Amerika Serikat atas lompatan kecepatan merubah wajah negara dan bangsa nya yang mempunyai kemandirian berfikir bebas, merdeka, kreatif melahirkan ide-ide besar nya.

Kode “AS” benar-benar membawa berkah. Panji Gumilang mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari). Melalui sistem intelejen model Tom Cruise dalam film Mission Imposible bisa diwujudkan dalam alam nyata. Anda boleh tidak percaya film ini. Bahkan anda pun boleh mengutuk film Rambo ketika melawan tentara Vietnam bisa membantai puluhan tentara yang mengepung dirinya. Namun memang demikian salah satu kerja dari mission imposible dari seorang Panji Gumilang. Dia bukan seperti kebanyakan orang. Jika anda orang biasa ingin buka usaha, harus pinjam sana-sini. Anda bisa jualan “cilok” di pinggir jalan. Jika anda seorang PNS ingin punya rumah harus menyekolahkan Sertifikat supaya tambah “pintar”, tapi jika seorang Panji Gumilang ingin punya duit satu miliar dalam sehari, maka dengan filosofis “kun fa yakun”, maka puluhan miliar bisa diraih dari penjuru nusantara (Ruslan Burhani, 2011).

Anda dan kita tidak perlu tahu darimana dan siapa para donatur. Panji Gumilang benar-benar memahami bahwa kode “AS” adalah kode rahasia yang tidak boleh sembarangan orang tahu. Seandainya toh kemudian multi-tafsir atas segala yang terjadi, tidak menjadi persoalan. Sebab memang konsep “kebebasan berfikir” diperbolehkan disini, tapi tidak sama dengan kebebasan mendapatkan akses di tempat ini. Dua hal yang berbeda. Jika anda ingin tahu keberhasilan dan bukti fisik hasil para donatur, lihat hasil nya jangan lihat sumber nya.

Mengapa demikian? Saya kira memang begitulah watak orang-orang sukses. Panji Gumilang adalah bagian orang sukses. Anda yang masih muda-muda mungkin pernah membaca buku-buku inspiratif karya orang-orang sukses. Penulis buku seperti Normal Vincent Peale, Nick Vujicic, dan  J.K. Rowling adalah penulis sukses pada masa nya. bangsa ini banyak kisah orang sukses. Salah satunya kisah kesukesan Dahlan Iskan seorang anak petani miskin, yang sering tidak makan ketika berangkat dan pulang sekolah. Tapi konon kekayaannya tidak habis untuk tujuh turunannya. Anda boleh terpukau ketika membaca dan mendengar kisah nya. anda bisa terharu, menangis dan tertawa atas segala motivasi hidupnya. Tapi percayalah, orang-orang sukses selalu saja menyimpan “kartu AS” nya rapat-rapat. Sebab kartu itu berisi rahasia diri yang jika dibuka akan meruntuhkan status kewalian di bidang kesukesan tadi.

Orang sukses seperti Syeikh Panji Gumilang statusnya sebagai manusia “laa raibafih”, tidak ada keraguan bagi nya dan bagi orang-orang yang melihatnya. Orang sukses selalu saja berinovasi hal-hal yang baru dalam rangka mendobrak kebiasaan yang dianggap oleh nya sebagai hal-hal yang mengerangkeng kemerdekaan berfikir. Apalagi segala kemashuran dunia sudah ditangannya, maka apapun yang dia lakukan selalu saja menjadi legitimasi kebenaran, termasuk persoalan yang lagi viral saat sekarang ini, yaitu seorang perempuan sholat di barisan pertama. Sedangkan disamping dan belakang adalah jamaah laki-laki (Muhtar, 2023).

Kenapa semua diam atas peristiwa ini dan seolah-olah tidak ada peristiwa sama sekali. Anda harus memahami filosofis hidup Syeikh Panji Gumilang. Bagi nya kehidupan sejati bukan saat masih muda sebagaimana prosedur yang dianut oleh manusia pada umum nya. Baginya, kehidupan sejati saat seseorang berumur 70 tahun. Pada saat berusia di angka tersebut, semua bisa dilakukan untuk meraih mimpi-mimpi besarnya. Kita boleh berdebat tentang ini, sebagaimana kita boleh berdebat tentang sumber dana pembangunan dan kontroversi sholat berjamaah di tempat ini. Syeikh Panji Gumilang yang lahir pada 1946 adalah waktu dimana pintu gerbang kemerdekaan baru saja di buka. Para pemikir besar seperti Soekarno dan Soeharto menjadi inspirasi hidup dan perjuanganya.  Soekarno menginspirasi semangat hidup dan perjuangan. Soeharto menginspriasi dalam menjaga stabilitas program nya. Saya menilai Panji Gumilang adalah perpaduan pola soekarnoisme dan soehartoisme. Kedua nya melahirkan madzab baru yaitu gumilangisme. Ciri-cirinya sederhana liberalisme-religius otoritarian. Anda boleh hidup sebebas anda inginkan, tapi anda harus tahu ini adalah Al-Zaitun yang menjadi simbol baladil amin. Begitu kira-kira prinsip sederhananya.

Di usia 70 tahun lebih, Syeikh Panji Gumilang serasa masih muda dalam  semangat hidup dan perjuangannya. Jika dilihat prinsip-prinsip hidup dan pemahaman agama nya, bisa tidak mungkin kontroversi akan kembali terjadi. Wacana khatib seorang wanita sudah digulirkan. Bisa jadi untuk ke depan, Bilal dan Imam para wanita. Berbahagialah bagi panji gumilang karena tidak mendapat tuduhan liberal sebagaimana kelompok tertentu kepada Gus Dur. Saya tidak tahu jalan berfikirnya; apakah ini sebagai gerakan feminisme ala Amina Wadud atau marketing untuk menarik para jamaah masjid supaya ramai. Saya hanya khawatir jika imam adalah para wanita (apalagi seksi), bisa lahir aliran baru tentang tatacara sholat khusus para ma’mun saja yaitu hanya ruku’. Ketika di tanya alasan tidak sujud dan hanya ruku, para jamaah pun membaca ayat: “ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.

 

 

Bibliography

Muhtar, U. (2023, 24 April Minggu). https://khazanah.republika.co.id/. Retrieved from https://khazanah.republika.co.id/: https://khazanah.republika.co.id/berita/rtlass430/sholat-campur-di-pesantren-al-zaytun-mui-jelaskan-tata-cara-sholat-berjamaah

Ruslan Burhani, e. (2011, 11 Mei Rabu ). https://www.antaranews.com/. Retrieved from https://www.antaranews.com/: https://www.antaranews.com/berita/258165/panji-gumilang-dana-al-zaytun-bukan-dari-luar



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1062

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   630

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   918

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13584


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4578


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2895