
Siapa yang tidak mengenal Syeikh AS Panji
Gumilang yang sering tampil ya’lu wala yu’la alaih. Dia adalah manusia
di atas rata-rata. Out the box. Orang boleh saja mencibir segala
kontroversinya. Tapi kelihatannya dia enjoy saja. Saya juga tidak tahu,
apakah dia mengikuti prinsip hidup model Gus Dur atau Gus Dur yang mengikuti
prinsip nya. Yang jelas, baik Panji Gumilang maupun Gus Dur sama-sama punya
prinsip hidup “gitu aja kok repot”. Bedanya, Gus Dur hidup dengan penuh
kesederhanaan dan pernah menjadi Presiden RI, sedang Panji Gumilang hidup penuh
dengan kemewahan dan belum pernah menjadi presiden.
Namun seaneh-aneh Gus Dur, paling banter
sebatas persoalan “goyang ngebor” Inul Darasita tahun 2003-an yang konon
menyebabkan minyak bumi Indonesia cepat habis, gara-gara dibor terus-menerus
oleh nya. jika ditambah lagi, ucapan assalamu’alikum diganti dengan selamat
pagi yang dipotong-potong kalimat nya oleh wartawan. Orang dari sabang sampai
merauke langsung “ngecap” liberal. Padahal bagi Gus Dur, ketika orang sudah
bersyahadat, maka segala ucapan kebaikan telah meresap menjadi nilai-nilai
tauhid. Istilah kaum santri dan abangan hanya sebatas pada bahasa. Jika kaum
santri mengucapkan “assalamu’alaikum”, itu wajar karena sudah terbiasa. tapi
bagi orang yang masih dipedalaman dan sudah terbiasa mengucapkan “kulonuwun”, “selamat
pagi” yang mempunyai arti doa kebaikan secara esensi bernilai kebaikan. Jadi sebenarnya
bukan mengganti, tapi memperkuat budaya yang sudah ada sebenarnya tidak
bertentangan dan tetap bernilai ibadah. Sebab sudah disinari oleh tauhid. Buktinya
apa. Jika ada orang non-muslim mengucapkan “assalamu’alaikum” tetap tidak
bernilai ibadah, karena tidak disinari tauhid. Karena itu, ketika seseorang
bertemu teman nya mengucapkan selamat kebaikan dalam wujud yang beragam
diperbolehkan, tetapi bukan mengganti sebagaimana yang diajarkan dalam Islam. Buktinya,
gus dur sampai meninggal dunia masih sangat patuh terhadap syariat Islam dan
mengikuti madzhab Syafi’i dalam ibadah dan muamalah.
Kembali kepada pokok pembahasan, Syeikh AS Panji Gumilang selalu tampil
kontroversi bagi orang yang berbeda frekuensi dengan nya. Dia dengan semangat
tinggi kelihatanya ingin menampilkan Islam yang damai menjadi rahmat semesta
alam. Bisa jadi dia iri dengan kemajuan Amerika
Serikat (AS) yang telah mampu menancapkan simpul-simpul yang kokoh pada saint
dan teknologi. Tentu saja, bukan berarti simbol “AS” pada namanya singkatan
dari Amerika Serikat, tapi dari Abdul Salam yang artinya hamba yang mampu
menebarkan kedamaian, ketenangan, kerukunan dan kemakmuran. Bisa jadi “AS” pada
nama nya sebagai “tafaulan” spirit mengambil berkah dari kata Amerika Serikat atas
lompatan kecepatan merubah wajah negara dan bangsa nya yang mempunyai
kemandirian berfikir bebas, merdeka, kreatif melahirkan ide-ide besar nya.
Kode “AS” benar-benar membawa berkah. Panji
Gumilang mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari). Melalui sistem
intelejen model Tom Cruise dalam film Mission Imposible bisa diwujudkan
dalam alam nyata. Anda boleh tidak percaya film ini. Bahkan anda pun boleh
mengutuk film Rambo ketika melawan tentara Vietnam bisa membantai puluhan
tentara yang mengepung dirinya. Namun memang demikian salah satu kerja dari mission
imposible dari seorang Panji Gumilang. Dia bukan seperti kebanyakan orang.
Jika anda orang biasa ingin buka usaha, harus pinjam sana-sini. Anda bisa
jualan “cilok” di pinggir jalan. Jika anda seorang PNS ingin punya rumah harus
menyekolahkan Sertifikat supaya tambah “pintar”, tapi jika seorang Panji
Gumilang ingin punya duit satu miliar dalam sehari, maka dengan filosofis “kun
fa yakun”, maka puluhan miliar bisa diraih dari penjuru nusantara
Anda dan kita tidak perlu tahu darimana dan
siapa para donatur. Panji Gumilang benar-benar memahami bahwa kode “AS” adalah
kode rahasia yang tidak boleh sembarangan orang tahu. Seandainya toh kemudian
multi-tafsir atas segala yang terjadi, tidak menjadi persoalan. Sebab memang
konsep “kebebasan berfikir” diperbolehkan disini, tapi tidak sama dengan
kebebasan mendapatkan akses di tempat ini. Dua hal yang berbeda. Jika anda
ingin tahu keberhasilan dan bukti fisik hasil para donatur, lihat hasil nya
jangan lihat sumber nya.
Mengapa demikian? Saya kira memang
begitulah watak orang-orang sukses. Panji Gumilang adalah bagian orang sukses. Anda
yang masih muda-muda mungkin pernah membaca buku-buku inspiratif karya
orang-orang sukses. Penulis buku seperti Normal Vincent Peale, Nick Vujicic, dan J.K. Rowling adalah penulis sukses pada masa
nya. bangsa ini banyak kisah orang sukses. Salah satunya kisah kesukesan Dahlan
Iskan seorang anak petani miskin, yang sering tidak makan ketika berangkat dan
pulang sekolah. Tapi konon kekayaannya tidak habis untuk tujuh turunannya. Anda
boleh terpukau ketika membaca dan mendengar kisah nya. anda bisa terharu,
menangis dan tertawa atas segala motivasi hidupnya. Tapi percayalah,
orang-orang sukses selalu saja menyimpan “kartu AS” nya rapat-rapat. Sebab kartu
itu berisi rahasia diri yang jika dibuka akan meruntuhkan status kewalian di
bidang kesukesan tadi.
Orang sukses seperti Syeikh Panji Gumilang statusnya
sebagai manusia “laa raibafih”, tidak ada keraguan bagi nya dan bagi
orang-orang yang melihatnya. Orang sukses selalu saja berinovasi hal-hal yang
baru dalam rangka mendobrak kebiasaan yang dianggap oleh nya sebagai hal-hal
yang mengerangkeng kemerdekaan berfikir. Apalagi segala kemashuran dunia sudah
ditangannya, maka apapun yang dia lakukan selalu saja menjadi legitimasi
kebenaran, termasuk persoalan yang lagi viral saat sekarang ini, yaitu seorang
perempuan sholat di barisan pertama. Sedangkan disamping dan belakang adalah
jamaah laki-laki
Kenapa semua diam atas peristiwa ini dan
seolah-olah tidak ada peristiwa sama sekali. Anda harus memahami filosofis
hidup Syeikh Panji Gumilang. Bagi nya kehidupan sejati bukan saat masih muda
sebagaimana prosedur yang dianut oleh manusia pada umum nya. Baginya, kehidupan
sejati saat seseorang berumur 70 tahun. Pada saat berusia di angka tersebut,
semua bisa dilakukan untuk meraih mimpi-mimpi besarnya. Kita boleh berdebat
tentang ini, sebagaimana kita boleh berdebat tentang sumber dana pembangunan
dan kontroversi sholat berjamaah di tempat ini. Syeikh Panji Gumilang yang
lahir pada 1946 adalah waktu dimana pintu gerbang kemerdekaan baru saja di
buka. Para pemikir besar seperti Soekarno dan Soeharto menjadi inspirasi hidup
dan perjuanganya. Soekarno menginspirasi
semangat hidup dan perjuangan. Soeharto menginspriasi dalam menjaga stabilitas
program nya. Saya menilai Panji Gumilang adalah perpaduan pola soekarnoisme dan
soehartoisme. Kedua nya melahirkan madzab baru yaitu gumilangisme. Ciri-cirinya
sederhana liberalisme-religius otoritarian. Anda boleh hidup sebebas anda
inginkan, tapi anda harus tahu ini adalah Al-Zaitun yang menjadi simbol baladil
amin. Begitu kira-kira prinsip sederhananya.
Di usia 70 tahun lebih, Syeikh Panji Gumilang serasa masih muda dalam semangat hidup dan perjuangannya. Jika dilihat
prinsip-prinsip hidup dan pemahaman agama nya, bisa tidak mungkin kontroversi
akan kembali terjadi. Wacana khatib seorang wanita sudah digulirkan. Bisa jadi
untuk ke depan, Bilal dan Imam para wanita. Berbahagialah bagi panji gumilang
karena tidak mendapat tuduhan liberal sebagaimana kelompok tertentu kepada Gus
Dur. Saya tidak tahu jalan berfikirnya; apakah ini sebagai gerakan feminisme
ala Amina Wadud atau marketing untuk menarik para jamaah masjid supaya ramai. Saya
hanya khawatir jika imam adalah para wanita (apalagi seksi), bisa lahir aliran
baru tentang tatacara sholat khusus para ma’mun saja yaitu hanya ruku’. Ketika di
tanya alasan tidak sujud dan hanya ruku, para jamaah pun membaca ayat: “ruku’lah
beserta orang-orang yang ruku’.
Muhtar, U. (2023, 24 April Minggu). https://khazanah.republika.co.id/.
Retrieved from https://khazanah.republika.co.id/:
https://khazanah.republika.co.id/berita/rtlass430/sholat-campur-di-pesantren-al-zaytun-mui-jelaskan-tata-cara-sholat-berjamaah
Ruslan Burhani, e. (2011, 11 Mei Rabu ). https://www.antaranews.com/.
Retrieved from https://www.antaranews.com/:
https://www.antaranews.com/berita/258165/panji-gumilang-dana-al-zaytun-bukan-dari-luar
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1062
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   630
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   918
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13584
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4578
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3587
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3008
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2895