
Beberapa undangan acara haul Syeikh Abdul
Qadir Jailani sekaligus pengajian Thariqoh Qadiriyah wa Naqsyabandiyah cukup
banyak. Masuk di WA. Japri. Ada juga diantar ke kantor. Di grup WA, ada 6 titik
pengajian yang sudah terjadwal. Kemungkinan masih ada kegiatan pengajian thariqah
lainnya. Tradisi pengajian haul thariqah sudah berlangsung sejak lama. Pertanda
masyarakat banyak penganut thariqah. Banyak juga alumni pesantren tradisional
yang berafiliasi Ahlusunnah Wal Jam’ah An-Nahdiyah.
Saya sedih tidak bisa datang. Ada jadwal “tempuk”
dengan kegiatan pertemuan dengan seluruh ormawa STAIN Bengkalis. Ma'lum acara
pengajian ini dilaksanakan satu tahun satu kali. Pengajian spesial. Membahas
bab Thariqoh sebagai jalan merambah mengenal Alloh. Namun,sudah ada agenda
sudah cukup lama terprogram. Saya pun tidak bisa ikut ngaji bab hati. Semoga,
saya mendapat berkah nya.
Jalan mengenal Alloh, tidak harus melihat
dan dekat secara fisik. Para sahabat Nabi ada yang tidak pernah melihat Nabi
sama sekali. Ia hidup saat Nabi masih hidup. Beriman. Maka ia disebut sahabat
nabi. Sebab ia mengenal nabi melalui ajaran-ajarannya, lalu dilaksanakan dalam
kehidupan sehari-hari.
Metodologi mengenal Alloh demikian. Kita
bisa mengenal Alloh dengan sifat-sifat nya, dengan ciptaan-ciptaan-Nya,dan
melalui thalabul 'ilmi melalui guru guru Tarikoh,Mursyid dan nama nama
lainnnya.
Kita memang sebatas untuk mengenal-Nya dan
menyakini-Nya. Meskipun dalam terminologi "ikhsan" mempunyai arti
beribadah seolah-olah kita melihat Alloh,jika tidak mampu kita harus yakin
bahwa Alloh itu melihat kita".
Kata "seolah-olah" bukan berarti
memvisualisasikan wujud nya. Sebab Alloh itu "laisa kamisli
syaiun". Jika kita tercebak pada
visualisasi wujud Alloh, dikhawatirkan batal status imannya dan semakin tidak mengenal-Nya. Bisa jadi
malah semakin tersesat akibat gambaran yang dihasilkan dalam visualisasi
tersebut.
Para penyembah berhala demikian. Mereka
mencoba memvisualisasikan keberadaan Alloh. Kurun waktu berjalan. Bimbingan
akidah tidak ada. Akibatnya, mereka membuat patung sebagai sesembahan.
Dalam kitab tauhid tipis seperti Tijan
Darori mengajarkan tentang teknik mengenal Alloh sangat baik,yaitu melalui
sifat sifat-Nya. Ketika ada pertanyaan keberadaan Alloh,maka cukup bukti
konkrit adanya ciptaan-Nya. Ini logika sederhana yang tidak bertentangan dengan
dalil Naqli dan Aqli. Alam semesta didesain adanya hukum sebab akibat. Adanya
kursi karena ada tukang kayu atau pabrik kursi. Akal bisa menerima, dan menolak
jika kursi "ujug-ujug" terjadi dengan dirinya sendiri. Pasti ada
penyebab utama atau sang pencipta. Dalam Islam penyebab utama yaitu Alloh SWT.
Jalan mengenal Alloh melalui
sifat-sifat-Nya dan fenomena alam terkadang terjadi secara alamiah. Kita bisa
melihat kisah orang orang yang mendapat sinar petunjuk yang agung dari-Nya.
Mengerti sebagian sifat atau fenomena alam telah menjadi titik balik perubahan
kecintaan kepada Alloh SWT. Dalam Alquran, ada kisah pencarian Tuhan bernama
Ibrahim. Melalui belajar fenomena alam,Ibrahim pun mengenal Alloh sangat baik
dan diangkat oleh-Nya menjadi nabi dan rasul. Ia termasuk Ulul Azmi.
Jalan mengenal Alloh melalui guru-guru yang
sering disebut Khalifah,badal dan sejenisnya melalui metode yang khusus dan
para Khalifah lah yang mempunyai kewenangan otoritas nya. Ini merupakan thariqah.
Orang orang yang tidak atau belum baiat thariqoh tidak bisa membimbing
murid-murid dengan metode nya. The right man on the right job. Itu sebab
nya, masyarakat umum tidak bisa mengenal ajaran dengan baik. Sebab kadang
bagian materi thariqah bersifat khusus. Hanya orang orang tertentu yang bisa
mendapat materi setelah berbaiat kepada gurunya. Dari sini,materi pun tidak
boleh disampaikan ditempat umum. Hanya materi yang bersifat umum yang bisa
diberikan kepada masyarakat umum tentang metode mengenal Alloh SWT.
Walhasil, peringatan haul Syaikh Abdul
Qadir Jailani dan pengajian thariqah sebenarnya jalan untuk semakin mendekatkan
diri kepada Alloh dan semakin mengenal-Nya dengan baik. Semoga kita semakin
mengenal Alloh dan semakin mengenal makhluk-Nya. Buahnya,semakin mengenal-Nya
semakin tinggi rasa cinta kepada sesama manusia.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2948
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875