Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Thariqah; Beragam Cara Mengenal Allah



Senin , 14 Oktober 2024



Telah dibaca :  520

Beberapa undangan acara haul Syeikh Abdul Qadir Jailani sekaligus pengajian Thariqoh Qadiriyah wa Naqsyabandiyah cukup banyak. Masuk di WA. Japri. Ada juga diantar ke kantor. Di grup WA, ada 6 titik pengajian yang sudah terjadwal. Kemungkinan masih ada kegiatan pengajian thariqah lainnya. Tradisi pengajian haul thariqah sudah berlangsung sejak lama. Pertanda masyarakat banyak penganut thariqah. Banyak juga alumni pesantren tradisional yang berafiliasi Ahlusunnah Wal Jam’ah An-Nahdiyah.

Saya sedih tidak bisa datang. Ada jadwal “tempuk” dengan kegiatan pertemuan dengan seluruh ormawa STAIN Bengkalis. Ma'lum acara pengajian ini dilaksanakan satu tahun satu kali. Pengajian spesial. Membahas bab Thariqoh sebagai jalan merambah mengenal Alloh. Namun,sudah ada agenda sudah cukup lama terprogram. Saya pun tidak bisa ikut ngaji bab hati. Semoga, saya mendapat berkah nya.

Jalan mengenal Alloh, tidak harus melihat dan dekat secara fisik. Para sahabat Nabi ada yang tidak pernah melihat Nabi sama sekali. Ia hidup saat Nabi masih hidup. Beriman. Maka ia disebut sahabat nabi. Sebab ia mengenal nabi melalui ajaran-ajarannya, lalu dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Metodologi mengenal Alloh demikian. Kita bisa mengenal Alloh dengan sifat-sifat nya, dengan ciptaan-ciptaan-Nya,dan melalui thalabul 'ilmi melalui guru guru Tarikoh,Mursyid dan nama nama lainnnya.

Kita memang sebatas untuk mengenal-Nya dan menyakini-Nya. Meskipun dalam terminologi "ikhsan" mempunyai arti beribadah seolah-olah kita melihat Alloh,jika tidak mampu kita harus yakin bahwa Alloh itu melihat kita".

Kata "seolah-olah" bukan berarti memvisualisasikan wujud nya. Sebab Alloh itu "laisa kamisli syaiun".  Jika kita tercebak pada visualisasi wujud Alloh, dikhawatirkan batal status imannya  dan semakin tidak mengenal-Nya. Bisa jadi malah semakin tersesat akibat gambaran yang dihasilkan dalam visualisasi tersebut.

Para penyembah berhala demikian. Mereka mencoba memvisualisasikan keberadaan Alloh. Kurun waktu berjalan. Bimbingan akidah tidak ada. Akibatnya, mereka membuat patung sebagai sesembahan.

Dalam kitab tauhid tipis seperti Tijan Darori mengajarkan tentang teknik mengenal Alloh sangat baik,yaitu melalui sifat sifat-Nya. Ketika ada pertanyaan keberadaan Alloh,maka cukup bukti konkrit adanya ciptaan-Nya. Ini logika sederhana yang tidak bertentangan dengan dalil Naqli dan Aqli. Alam semesta didesain adanya hukum sebab akibat. Adanya kursi karena ada tukang kayu atau pabrik kursi. Akal bisa menerima, dan menolak jika kursi "ujug-ujug" terjadi dengan dirinya sendiri. Pasti ada penyebab utama atau sang pencipta. Dalam Islam penyebab utama yaitu Alloh SWT.

Jalan mengenal Alloh melalui sifat-sifat-Nya dan fenomena alam terkadang terjadi secara alamiah. Kita bisa melihat kisah orang orang yang mendapat sinar petunjuk yang agung dari-Nya. Mengerti sebagian sifat atau fenomena alam telah menjadi titik balik perubahan kecintaan kepada Alloh SWT. Dalam Alquran, ada kisah pencarian Tuhan bernama Ibrahim. Melalui belajar fenomena alam,Ibrahim pun mengenal Alloh sangat baik dan diangkat oleh-Nya menjadi nabi dan rasul. Ia termasuk Ulul Azmi.

Jalan mengenal Alloh melalui guru-guru yang sering disebut Khalifah,badal dan sejenisnya melalui metode yang khusus dan para Khalifah lah yang mempunyai kewenangan otoritas nya. Ini merupakan thariqah. Orang orang yang tidak atau belum baiat thariqoh tidak bisa membimbing murid-murid dengan metode nya. The right man on the right job. Itu sebab nya, masyarakat umum tidak bisa mengenal ajaran dengan baik. Sebab kadang bagian materi thariqah bersifat khusus. Hanya orang orang tertentu yang bisa mendapat materi setelah berbaiat kepada gurunya. Dari sini,materi pun tidak boleh disampaikan ditempat umum. Hanya materi yang bersifat umum yang bisa diberikan kepada masyarakat umum tentang metode mengenal Alloh SWT.

Walhasil, peringatan haul Syaikh Abdul Qadir Jailani dan pengajian thariqah sebenarnya jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Alloh dan semakin mengenal-Nya dengan baik. Semoga kita semakin mengenal Alloh dan semakin mengenal makhluk-Nya. Buahnya,semakin mengenal-Nya semakin tinggi rasa cinta kepada sesama manusia.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875