
Sebenarnya bukan 2, tapi 3 undangan mau’idhatul
hasanah di 3 tempat. Hari minggu di Meskom kegiatan teman-teman mahasiswa
yang tergabung pada Sanggar Yong Dullah. Saya cancel karena ada dua
kagiatan bersamaan. Hari ini (Rabu, 8 Oktober 2025) kegiatan HMPS MPI, kamis
pagi UKK pramuka, siang milad Prodi Perbankan Syariah. Alhamdulillah, serapan
anggaran kegiatan mahasiswa dari dana DIPA bertambah lagi. Dan akan semakin
sibuk pada minggu-minggu ke depan kegiatan serupa oleh ormawa IAIN Datuk
Laksemana Bengkalis.
Pagi-pagi sebelum mengisi kegiatan tersebut harus mampir dulu ke Prodi Ekonomi Syariah. Konon ada beberapa mahasiswa nya butuh diagnose proposal skripsinya. Kata orang pinter, ada hubungan psikologis antara skripsi dan kesehatan mahasiswa. Jika mahasiswa nya keluar keringat dingin, pertanda ada gejala skripsi terkena virus. Perlu segera diobati. Jika penyakit skripsinya ringan, mungkin cukup kasih obat panadol sudah sembuh. Jika parah, mungkin saya memberi surat rujukan untuk dibawa ke UGD. Langkah ini lebih baik daripada dibiarkan sekarat.

Siang hari masih ada acara: MoU dengan
STAIN Kepri. Silaturahim sekaligus MoU. Setelah keluar status institusi menjadi
IAIN, mulai bergerak lagi kerjasama dengan perguruan tinggi dan berbagai
institusi. Ingin nya melangkah lebih jauh berselancar ke negeri luar negeri.
Ternyata membutuhkan Baju Zirah Ontokusumo milik Gatutkaca agar bisa terbang
tanpa perlu memikirkan paspor, visa dan tetek bengek regulasi dan
fulusi. Jika belum memungkinkan mungkin dengan ilmu lipat bumi pilihan
terbaik. Apalagi sekarang ilmu lipat bumi sudah tidak perlu lagi puasa
mutih atau puasa ngebleng, cukup mengisi paket via zoom sudah
bisa ketemu langsung dengan orang-orang di luar negeri. Ini yang sekarang ini
dilakukan oleh dua HMPS prodi yang sudah mendapatkan nilai unggul: PAI dan MPI.
Saya berharap berkah diacara tersebut.
Bulan ba’da mulud arti setelah bulan mulud, filosofisnya setelah kelahiran baru dari STAIN ke IAIN. Melepaskan status dari STAIN ke IAIN masih memikirkan berbagai pantangan-pantangan yang tidak boleh dilanggar dan beragam regulasi yang harus dipatuhi. Apalagi perguruan tinggi yang menyandang status “N” di belakangnya, harus benar-benar mengetahui beragam regulasi, agar setiap keputusan yang diambil bisa memberi keberkahan semua nya.

Sebagai keluarga besar IAIN perlu
sering-sering bermusywarah, urun rembug dan juga perlu tanya atau belajar dari
tetangga-IAIN atau UIN- yang lebih dulu tali pusatnya telah lama putus. Ada teman-teman dari IAIN atau UIN yang lebih ma'rifat tentang persoalan tersebut. Ma’lum lah, barang
baru kadang-kadang ingin sekali mencoba hal-hal yang baru. Semua ingin
menyambut kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah dengan rasa gembira dengan
melakukan beragam aktivitas yang lebih bermanfaat juah lebih luas.
Terlepas dari segala kekurangan, penulis
percaya bahwa setiap anggota keluarga mempunyai keistimewaan yang kadang
dimiliki oleh sebagian orang tapi tidak dimiliki oleh orang lain. ada sebagian
anggota yang mempunyai pemikiran yang bagus tentang masa depan yang penuh
dengan cahaya kemajuan. sebagian lagi ‘alim bidang regulasi dengan segala
siri-siri nya, namun lemah dalam komunikasi. Sebagian lagi ada yang seperti
saya kerjanya hanya ngantuk dan minum kopi, dan masih banyak kelaku lagi. Namun
lagi-lagi, semua adalah keluarga besar yang masing-masing ada kelebihan dan
kekurangan. Justru karena beragam dan menyadari keberagaman untuk saling
menguatkan akan menjadi sebuah kesempurnaan. Seperti anggota tubuh, biarkan mata
berfungsi untuk melihat, dan biarkan telinga berfungsi untuk mendengar. Nanti tangan
yang akan memegang tongkat dan kaki yang akan memilih jalan sehingga tidak
jatuh dalam perjalanan. Itulah metafora kita hidup bersama.
Ba’da mulud merupakan pasca kelahiran yang akan
dilanjutkan pada proses berjalan kepada suatu tujuan. Kadang hidup seperti
sepasang suami istri. Terkadang tidak ada rancangan canggih, Jalani hidup. Ngontrak
rumah, tak sadar ternyata istri mulai hamil, punya anak, dan seolah-olah waktu
berjalan cepat. Seperti baru kemaren sore, anak sudah sekolah, dan kuliah. Sepasang
suami-istri tidak punya blue print yang jelas. Kadang pakai ilmu terpaksa,
terpaksa nikah, terpaksa pinjam uang di Bank untuk buat rumah, beli kebun ,
untuk biaya kuliah anak dan berobat karena sakit. Semua berjalan begitu saja.
Tapi kehidupan tidak semua bisa ditamsilkan
dengan kehidupan keluarga. Kadang ada tamsil pola bangunan, perlu benar-benar
dirancang dengan sebaik-baiknya agar mutu bangunan baik dan berkualitas. Tentu saja
perancang bangunan harus seorang konsultan dan ahli bangunan yang sudah punya
pengalaman baik. Sudah banyak makan asam garam.
Tamsil-tamsil kehidupan ini yang memperkaya diri kita untuk menjalankan kehidupan semakin lebih baik. Dalam upaya menemukan makna ba’da mulud ini, penulis berharap di masa depan akan semakin baik dan lebih memberi manfaat luas bagi masyarakat, bangsa, negara dan agama.

Sebagai penutup tulisan ini, kegiatan HMPS
MPI telah membuktikan bahwa tamsil-tamsil kehidupan benar adanya. Ada kelebihan
di antara mereka, namun disisi tertentu juga perlu perbaikan-perbaikan. Karena memang
harus demikian, setiap kegiatan selalu saja punya perspektif yang berbeda-beda
agar menemukan suatu formula lebih baik lagi di masa depan. Bukan demikian perjalanan
hidup manusia?.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2942
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872